Fakta Tentang Suku Uighur di China

suku etnis uighur china

Suku uighur adalah salah satu suku minoritas resmi di Republik Rakyat Tiongkok. Nama Uighur, juga ditulis Uyghur atau Uygur, pertama kali muncul dalam prasasti Orkhun Kok Turk dan pada naskah awal Uighur, Manichaean, dan Sogdiana abad pertengahan, serta dalam manuskrip Arab-Persia. Suku keturunan dari klan Turki ini hidup di Asia Tengah terutama di provinsi Xinjiang China (Tiongkok). Menurut sejarah bangsa Uighur merdeka telah tinggal di Uighuristan atau Turkestan Timur lebih dari 2000 tahun.

Akan tetapi Tiongkok mengklaim daerah itu sebagai warisan sejarah yang tak dapat dipisahkan sehingga menyebut wilayah itu provinsi Xinjiang. Di sisi lain orang-orang Uighur percaya fakta sejarah mereka menunjukkan jika klaim negara Tiongkok tidak berdasar dan sengaja menginterpretasikan sejarah secara salah demi kepentingan ekspansi wilayah.

Fakta-fakta Suku Uighur

Berikut beberapa fakta tentang etnis atau suku Uighur di China (Tiongkok).

Fakta Suku Uighur Tidak Berbahasa Mandarin

Meskipun telah lama menjadi bagian dari Tiongkok bahasa Mandarin bukanlah bahasa asli orang orang uighur di Xinjiang. Jika dulu uighur kuno memakai bahasa Turki, saat ini uighur modern menggunakan bahasa Karluk cabang dari bahasa Turki  yang memiliki kemiripan dengan bahasa Uzbekistan.

Dahulu etnis uighur memiliki 7 sistem penulisan dan aksara, kini mereka mengadopsi sistem penulisan dari arab seiring dengan menyebarnya agama Islam.

Uighur modern mengadopsi beberapa bahasa dan aksara ke dalam bahasa mereka seperti aksara Arab yang kemudian diadopsi menjadi aksara chagatai, aksara sirilik (aksara Kiril atau azbuka) dan aksara latin.

Fakta Mayoritas Suku Uighur di Wilayah Xinjiang

Kebanyakan orang-orang Uighur tinggal di sebuah kota bernama Kashgar di propinsi Xinjiang, wilayah terluas di Cina. Wilayah Otonomi Uighur Xinjiang Cina (XUAR) terdiri dari hampir seperenam wilayah Cina. Xinjiang adalah daerah Otonomi yang memiliki semacam pemerintahan sendiri

Provinsi yang terletak di ujung barat ini berada di bawah kekuasaan Tiongkok sejak abad ke-18. Wilayah ini kemudian mengalami periode kemandirian singkat di tahun 1940-an, namun pada 1949 Beijing kembali mendapatkan kontrol dan menyatakan jika wilayah dulu disebut Turkestan Timur atau Uighuristan itu menjadi bagian dari Tiongkok.

Fakta Jumlah Suku Uighur

Berapakah jumlah warga suku uighur yang kini menetap di xinjiang? Menurut data penduduk Xinjiang yang merupakan suku uighur, mencapai 10 juta orang atau kurang dari 50% dari jumlah total penduduk. Tetapi jumlah tersebut masih menjadi perdebatan. Para tokoh uighur percaya jumlah mereka di sana bisa mencapai 15 juta orang.

Selain di Cina, diperkirakan ada 5 juta orang suku uighur di Turkistand Barat atau negara negara pecahan Uni Soviet seperti Kazakhstan Usbekistan Turkmenistan dan Tajikistan ada juga 75.000 suku uighur yang tinggal di Pakistan, Afghanistan, Saudi Arabia, Turki, Eropa dan Amerika Serikat.

Fakta Perkembangan Islam Suku Uighur

Awalnya orang-orang suku Uighur menganut kepercayaan Shamanisme, Buddha, Manichaeisme, Nestorianisme. Ketika Satuk Boghra Khan(910-956 M), dari Dinasti Karakitai memeluk Islam, mereka mulai memeluk agama Islam dan sejak itu pula Islam berkembang menjadi agama mayoritas orang uighur di Uighuristan atau sekarang disebut Xinjiang.

Pada masa kejayaan Islam di Uighuristan sedikitnya ada 18 madrasah (sekolah) besar dengan lebih 2000 siswa baru yang masuk pertahunnya. Selain belajar agama di madrasah-madrasah tersebut anak uighur belajar membaca, menulis, logika, aritmatika, geometri, astronomi, pengobatan dan pertanian.

Fakta Peninggalan Suku Uighur

Disebutkan jika bangsa Uighur memiliki sejarah lebih dari 4000 tahun mereka telah menciptakan berbagai terobosan dalam peradaban dunia dan juga kebudayaan. Hal tersebut dibuktikan ketika pada awal abad ke-20 ditemukan peninggalan kuno bangsa uighur berupa candi-candi runtuhan biara, lukisan dinding dan barang-barang lainnya seperti buku dan dokumen.

Karena penemuan itu, hampir dipastikan jika orang uighur kuno memiliki kemampuan arsitektur, musik, seni dan lukisan yang tinggi serta kemampuan dalam kerajinan emas, perak dan tembikar. Karena itulah pada zaman dahulu penjelajah Eropa, Amerika bahkan Jepang sangat kagum terhadap kepintaran dan kekayaan bangsa uighur di daerah itu.

Fakta Suku Uighur Identik Dengan Perempuan Cantik

Menjadi suku yang sebelumnya jarang terekspos, Uighur disebut-sebut sebagai salah satu suku yang memiliki perempuan perempuan dengan paras cantik jelita.

Wajah perempuan Uighur lebih mirip dengan orang-orang Asia Tengah, Timur Tengah dan Turki.

Perempuan suku uighur disebut-sebut sebagai perempuan tercantik se jagad. Kaum hawa suku uighur mempunyai kulit putih mata coklat dan rambut pirang dengan aksen wajah seperti Arab dan Eropa.

Bahkan karena parasnya itu, salah satu artis Tiongkok keturunan uighur, Dilraba Dilmurat dinobatkan sebagai wanita tercantik di Asia menurut I-MAGAZINE Fashion Face Award Year 2018.

artis Dilraba Dilmurat

Fakta Kampung Suku Uighur Yang Kaya Raya

Xinjiang kampung para orang uighur ditambah suku kazakh dan Hui berbatasan langsung dengan 8 negara tetangga sekaligus yaitu Mongolia, Rusai, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan dan Indian.

Dengan luas sekitar 1,6 juta meter persegi hanya seperempat wilayah Xinjiang yang bisa didiami manusia karena sisanya Gurun Taklamakan atau Taklimakan yang merupakan sebuah gurun di Asia Tengah. Namun dibalik gurun gersang itu terkandung kekayaan luar biasa seperti minyak, gas alam dan batu bara. Oleh karena itulah provinsi tempat menetap suku Uighur ini menjadi aset sangat penting bagi perekonomian dan geopolitik Negara tirai bambu. Alasan Banyak Orang Suka dengan Produk China

 

Fakta Tentang Suku Uighur di China

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *