Awas! Dampak Main Game Untuk Anak

Tidak bisa dipungkiri lagi jika kemajuan teknologi dan informasi telah memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan hari ini. Meskipun kemajuan teknologi ini membawa dampak positif, akan tetapi hal tersebut juga bisa memberikan efek negative bagi beberapa orang. Salah satunya ialah dampak main game pada anak yang bisa berakibat fatal.

Dampak Main Game

Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan jika anak yang sering bermain game konsol, laptop, tablet hingga smartphone akan memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembangnya di kemudian hari. Lalu, apa saja dampak buruk dari bermain game ini kepada anak-anak? Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti ulasan kami berikut ini.

Dampak Buruk Bermain Game Untuk Anak

1. Gangguan kesehatan

Anda perlu mengetahui jika bermain game keseringan pada anak bisa memicu munculnya berbagai penyakit kronis. Tanpa Anda sadari, anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan gadget akan menjadi anak yang malas untuk bergerak. Tentu hal ini bisa saja terjadi dikarenakan mata dan tangan pada anak lebih fokus bekerja sedangkan bagian tubuh yang lain tetap diam dan tidak aktif bergerak.

Masalah lain yang akan timbul ialah munculnya penyakit obesitas pada anak. Jangan kira hanya orang dewasa saja yang mengalami obesitas, anak kecil pun juga sudah berisiko memiliki penyakit ini. Karena malas bergerak akhirnya lemak pun menjadi menumpuk. Tidak hanya itu, anak-anak juga berisiko mengalami kelemahan pada otot dan persendiannya.

Lenterapedia:  Menghadapi Risiko Penyakit Kritis

Anak-anak juga bisa mengalami penurunan kemampuan penglihatan akibat terpapar cahaya biru dari layar gadget. Memang hal tersebut tidak berlangsung secara instant, akan tetapi jika Anda terus membiarkan anak-anak melakukan aktifitas bermain game setiap hari maka bukan tidak mungkin di masa depan anak Anda bisa menderita penyakit yang telah disebutkan sebelumnya.

2. Penurunan prestasi akademik di sekolah

Salah satu dampak main game pada anak juga bisa berpengaruh pada penurunan prestasi akademiknya di sekolah. Memang bermain game bisa menjadi hiburan untuk anak yang bosan atau jenuh dengan tugas-tugas sekolahnya. Namun, jika seorang anak sudah masuk pada tahap kecanduan maka anak tersebut akan mulai menelantarkan aktivitasnya di sekolah.

Mereka akan lebih bersemangat untuk bermain game lagi dibandingkan belajar di kelas. Ketika sudah kecanduan game, anak-anak pun akan lebih sering bolos kelas serta tidak mengerjakan tugasnya lagi. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada prestasi akademik mereka di sekolah.

Lenterapedia:  Alasan Banyak Orang Suka dengan Produk China

3. Menarik diri dari kehidupan sosial

Jika sudah masuk pada tahap kecanduan bermain game, maka anak-anak pun akan lebih memilih untuk menyendiri di kamar dibandingkan bersosialisasi dengan keluarga dan juga teman-temannya. Tentu hal ini akan memberikan dampak yang buruk untuk kehidupan sosial anak di masa depan.

Terlebih jika anak masih berusia SD, usia seperti ini menjadi rawan karena pada usia tersebut anak-anak seharusnya lebih banyak melakukan interaksi dengan teman-temannya dibandingkan bersikap anti sosial. Dari segi psikologi, anak yang asocial akan menjadi sering kikuk dan makin menjauh dengan kehidupan di sekitarnya ketika mulai beranjak dewasa.

4. Menjadi anak yang agresif

Berbagai jenis game yang bertema kekerasan sudah sangat banyak di dalam permainan game. Hal ini tentu saja bisa berakibat buruk terhadap dampak main game untuk anak.  Anak-anak bisa berperilaku agresif di dalam kehidupan sehari-harinya lantaran sering menyaksikan adegan kekerasan di dalam video game. Ketika anak sudah mulai kehilangan kendali terhadap emosinya seperti mudah tersinggung dan marah-marah, maka anak-anak pun cenderung akan berperilaku agresif.

Lenterapedia:  Memilih Kaos (T-shirt) Yang Nyaman

5. Mengalami gangguan mental

Tahap yang paling berbahaya pada bermain game ialah resiko terjadinya gangguan mental. Hal ini disebabkan oleh perilaku anak yang terus menerus bermain game tanpa henti. Hari ini WHO juga telah berencana memasukkan kategori kecanduan game sebagai salah satu gangguan jiwa yang disebut dengan gaming disorder.

Para pakar kesehatan dunia pun telah sepakat jika kecanduan game memang memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan fisik hingga mental anak. Untuk menghindari resiko ini, sebagai orang tua sudah seharusnya kita melakukan pengawasan penuh kepada anak-anak seperti memberikan jatah waktu belajar dan juga bermain game. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban dari kemajuan teknologi game ini.

Itulah beberapa dampak buruk bermain game untuk kesehatan anak. Untuk info lain tentang kesehatan dapat membuka situs https://www.halodoc.com atau bisa mendownload dan menginstal aplikasi Halodoc di smartphone. Ada banyak kategori kesehatan dalam berita terkini, tips dan rekomendasi, hingga pengetahuan umum secara lengkap dan terpercaya tentang kesehatan dan gaya hidup sehat secara online.

 

Dampak Buruk Bermain Game Untuk Anak

Recommended For You

About the Author: Lenterapedia

Lenterapedia merupakan salah satu media online sebagai sarana pengetahuan informatif, inspiratif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *