Sejarah Asal Usul Kelompok Separatis

Istilah separatis merujuk pada orang atau kelompok orang yang bertujuan untuk memisahkan diri dari ikatan suatu komunitas yang diikuti oleh orang atau kelompok tersebut. Pada umumnya gerakan separatis bersifat mengacau dan menghancurkan agar tujuannya tercapai.Sedangkan paham gerakan untuk  pemisahan (seperti perpecahan atau pemisahan diri) disebut separatisme. Awalnya istilah separatis disebut juga independen.

Sejarah Kelompok Separatis

Istilah separatis (bahasa Inggris: separatist) pertama kali digunakan pada tahun 1608 untuk sekelompok orang Kristen Protestan, agama minoritas di Inggris pada saat itu, yang ingin memisahkan diri dari pengaruh Gereja Katholik di Inggris dengan membentuk gereja sendiri yang independen.

Kepercayaan mendasar kaum Separatis adalah gagasan tentang “kumpulan gereja” yang didirikan oleh Roh Kudus, bukan oleh manusia atau negara. Mereka percaya bahwa orang Kristen sejati harus mencari orang Kristen lain dan bersama-sama membentuk gereja.

Kaum Separatis juga menekankan hak dan tanggung jawab masing-masing jemaat untuk menentukan urusannya sendiri, tanpa harus menyerahkan keputusan itu ke pengadilan otoritas manusia yang lebih tinggi.

Gagasan itu kontras dengan dasar teritorial Gereja Katholik Inggris, di mana setiap orang di suatu daerah ditugaskan ke gereja paroki, dan setiap paroki lokal tunduk pada pengawasan hierarki gereja yang lebih besar.

Gerakan Separatis awalnya dianggap ilegal di Inggris, dan banyak penganutnya dianiaya oleh negara dan gereja. Mereka sering dicap sebagai pengkhianat. Baca juga pemberontak macan tamil. Akhirnya banyak kaum Separatis meninggalkan Inggris pergi ke wilayah yang lebih toleran terhadap ideologinya.

Ada kelompok yang meninggalkan Inggris ke Belanda pada tahun 1608. Dan pada tahun 1620 beberapa dari mereka menetap di Plymouth, Massachusetts.  Separatis Plymouth bekerja sama dengan kaum Puritan yang menetap di Koloni Teluk Massachusetts pada tahun 1630.

Pada awalnya kaum Puritan berharap untuk mereformasi Gereja Inggris, namun di New England mereka menerima bentuk pemerintahan gereja jemaat yang didirikan oleh para separatis tersebut. Dengan demikian, gereja-gereja Separatis dan Puritan menjadi Kongregasionalis (sebuah bentuk pemerintahan gereja Kristen) dari Amerika Serikat.

Gerakan terus menerus yang dilakukan oleh kaum Protestan Inggris di abad 16 dan 17 ketika ingin memisahkan diri dari Gereja Inggris memunculkan istilah separatisme (separatism) pertama pada tahun 1628. Tokoh separatis paling berpengaruh secara politik di Inggris selama masa Persemakmuran (1649-60) adalah Oliver Cromwell.

Sumber: www.britannica.com

 

Sejarah Asal Usul Kelompok Separatis

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *