Ruang Lingkup Kajian Ilmu Geografi

Pengertian Ilmu Geografi adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan dengan objek utamanya adalah bumi beserta segala isinya. Termasuk di dalamnya terdapat segala peristiwa, gejala atau fenomena yang timbul sebagai akibat adanya hubungan interaksi antara berbagai unsur fisik maupun sosial ditinjau dari sudut konteks keruangan.

Ilmu geografi muncul berawal dari tuntutan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup manusia yang tidak diperoleh dari lingkungan tempat tinggalnya serta adanya hasrat keingintahuan tentang benda serta gejala yang ada di permukaan bumi. Akhirnya mendorong setiap manusia untuk mengadakan perjalanan ke daerah di luar tempat tinggalnya.

Berbagai hasil perjalanannya tersebut kemudian disampaikan kepada orang lain sehingga orang lain tertarik untuk mengunjunginya. Berawal dari perjalanan inilah munculnya ilmu geografi.

Bangsa yang kali pertama menggali pengertian tentang geografi  adalah bangsa Yunani, yang diawali upaya melepaskan diri dari alam pikiran dan kepercayaan. Pada abad XV sampai sekarang, geografi banyak mengemukakan tentang kajian alam dan berbagai aspek kehidupan di permukaan bumi.

Pengertian Ilmu Geografi Menurut Beberapa Ahli

Beberapa definisi geografi telah banyak dikemukakan para ahli, tetapi semuanya bergantung pada latar belakang pengetahuan pembuat definisi tersebut. Beberapa definisi yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut.

  1. Menurut Karl Ritter, pengertian geografi adalah studi tentang daerah-daerah yang berbeda-beda di permukaan bumi (differential area) dalam keragamannya.
  2. Menurut C. Vernor, pengertian geografi adalah studi yang menjelaskan, menerangkan suatu daerah di permukaan bumi disertai dengan analisisnya. Tidak hanya menyoroti fenomena tertentu saja, melainkan memerhatikan perubahan-perubahan dan dinamika yang berlangsung di atasnya.
  3. Menurut Huntington, geografi merupakan studi tentang alam dan persebarannya melalui relasi antara lingkungan dan aktivitas (kualitas manusia).
  4. Menurut R. Bintarto, pengertian geografi adalah studi yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi. Kajian secara fisik maupun yang mencakup makhluk hidup beserta permasalahannya. Kajian dilakukan melalui pendekatan keruangan, ekologi, regional untuk kepentingan, proses, dan keberhasilan program.
  5. Menurut Ikatan Geografi Indonesia (IGI), Geografi adalah studi pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer melalui pendekatan kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Objek Kajian Ilmu Geografi

Dari keberagaman pengertian mengenai geografi yang dikemukakan para ahli, dapat disimpulkan bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan dengan objek utamanya adalah bumi beserta segala isinya.

Kajiannya termasuk segala peristiwa, gejala, atau fenomena yang timbul sebagai akibat dari adanya hubungan interaksi yang terjadi antara berbagai unsur fisik maupun sosial ditinjau dari sudut pandang keruangan, ke lingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan.

Oleh karena itu, objek kajian ilmu geografi terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Objek Material Geografi

Objek material geografi adalah geosfer yang terdiri Litosfer (lapisan kulit bumi), Atmosfer (lapisan udara), Hidrosfer (lapisan air), Biosfer (lapisan hewan dan tumbuhan), dan Antroposfer (lapisan manusia) dengan menekankan aspek manusia sebagai makhluk yang paling berperan dalam biosfer.

Oleh karena itu, ilmu geografi berada pada dua pijakan antara ilmu alam dan ilmu sosial. Adapun yang menjadi ciri-ciri geografi adalah sebagai berikut.

  1. Geografi melihat permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
  2. Geografi melihat penyebaran manusia dalam ruang dan bagai mana ruang dengan segala sumber dayanya.
  3. Geografi melihat ciri khas suatu daerah sehingga persamaan dan perbedaan dari wilayah di permukaan bumi dapat terlihat dengan jelas.
  4. Dalam mempelajari suatu fenomena atau gejala, geografi selalu mengaitkannya dengan unsur letak, jarak, penyebaran, interelasi, gerakan, dan regionalisasi dari suatu wilayah.

2. Objek Formal Geografi

Objek formal geografi adalah cara pandang terhadap gejala yang ada di permukaan bumi, baik dari keadaan fisik maupun keadaan sosialnya.

Cara pandang geografi terhadap objek formal dapat dilihat dari organisasi keruangan (spatial setting) yang meliputi:

  1. pola persebaran gejala tertentu di permukaan bumi (spatial pattern);
  2. keterkaitan atau hubungan yang terjadi antar gejala atau fenomena tersebut (spatial system);
  3. perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut (spatial process).

Dari pandangan objek formal, maka akan muncul beberapa pertanyaan yang dikenal dengan 5 WH + 1H (What, Where, When, Why, Who+ How ) untuk mengetahui gejala-gejala yang terdapat di permukaan bumi sehingga hasil uraiannya jelas sebagai cara pandang geografi.

Konsep Kajian Geografi

Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, jarak, tempat, hubungan timbal balik, gerakan, dan perwilayahan.

1. Lokasi

Lokasi adalah posisi suatu tempat, benda, peristiwa, atau gejala di permukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat, benda, gejala, dan peristiwa lain. Terdapat dua komponen lokasi, yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat jika dibandingkan dengan tempat di mana orang tersebut berada. Adapun jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut.

2. Konsep Jarak dan Keterjangkauan

Jika jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, manusia cenderung akan memperhitungkan jarak. Semakin lengkap sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi seolah-olah semakin dekat jarak antara dua tempat sehingga hubungan dan pengaruh (baik positif maupun negatif) akan semakin intensif. Sebaliknya, walaupun dua tempat jarak absolutnya relatif dekat, tetapi jika transportasi dan komunikasinya tidak ada atau terbatas, akan semakin lama dan terbatas hubungan yang dapat dijalin.

3. Konsep Tempat

Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu daerah. Suatu tempat dibentuk oleh karakter fisik (seperti iklim, jenis tanah, tata air, morfologi, flora, dan fauna) dan manusia yang hidup di dalamnya (seperti jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan penduduk, pendidikan, pendapatan, dan kebudayaan)

Dalam mengkaji suatu tempat orang dapat melihatnya dari dua aspek, yaitu site dan situasi. Site berkenaan dengan kondisi internal suatu tempat atau daerah, seperti iklim, keadaan tanah, topografi, pendu duk, dan segala sumber daya yang terkandung di dalamnya. Situasi adalah kondisi eksternal suatu tempat, atau kondisi suatu tempat jika dibandingkan dengan daerah lainnya atau tempat sekitarnya

4. Konsep Hubungan Timbal Balik (Interelasi)

Setiap gejala yang terjadi di permukaan bumi ini pada dasarnya merupakan hasil hubungan timbal balik antara berbagai faktor. Hubungan ini dapat terjadi antara faktor fisik dan faktor fisik, faktor fisik dan manusia, serta diantara faktor manusia dan faktor manusia

5. Konsep Gerakan

Pada dasarnya setiap gejala di permukaan bumi mengalami adanya gerakan. Gerakan ini menunjukkan adanya interaksi antara satu objek ke objek yang lain atau antara satu tempat ke tempat lain yang berbeda.

Gerakan ini menjadi kajian geografi untuk dapat memahami bagaimana latar belakang terjadinya suatu gejala atau fenomena di permukaan bumi serta dampaknya terhadap gejala atau fenomena lain.

6. Konsep Pewilayahan (Regionalisasi)

Tema yang paling mendasar dari studi geografi adalah region, sedangkan kajian utamanya adalah berbagai bentuk region dan perubahannya.

Regionalisasi pada dasarnya merupakan pengumpulan, pengklasifikasian atau pengelompokan data ke dalam data yang sejenis. Dari pengelompokan tersebut akan terlihat daerah yang menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan.

Bidang Kajian Geografi

Secara garis besar bidang kajian disiplin ilmu geografi dibagi menjadi dua yaitu geografi fisik dan geografi manusia.

1. Geografi Fisik

Geografi fisik mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air, udara dengan segala proses dan dinamikanya. Penekanan geografi fisik adalah gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi tempat hidup manusia.

Kajian geografi fisik ditunjang oleh kajian Geologi, Geomorfologi, Ilmu Tanah, Meteorologi dan Klimatologi, Oseanografi.

2. Geografi Manusia

Geografi manusia merupakan cabang geografi yang mempelajari tentang aspek keruangan yang dijadikan sebagai tempat terjadinya aktivitas manusia. Geografi manusia terbagi menjadi beberapa cabang yaitu: geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman, geografi sosial.

Geografi manusia disebut juga dengan istilah geografi sosial mayor. Adapun geografi sosial yang cabangnya terdiri atas kajian geografi manusia disebut geografi sosial minor.

Ilmu Cabang-Cabang Geografi

Agar dapat menjelaskan setiap fenomena dengan baik, geografi memerlukan ilmu-ilmu penunjang dalam menjelaskan gejala yang bersifat fisikal, seperti:

  • Geologi (ilmu yang mempelajari batuan),
  • Geomorfologi (ilmu yang mempelajari bentuk lahan),
  • Ilmu tanah (ilmu yang mempelajari tanah),
  • Klimatologi dan Meteorologi (ilmu yang mempelajari iklim dan cuaca),
  • Hidrologi (ilmu yang mempelajari air daratan),
  • Oseanografi (ilmu yang mempelajari lautan),
  • Biologi (ilmu yang mempelajari makhluk hidup).

Dalam menjelaskan gejala manusia, geografi ditunjang oleh:

  • Sosiologi (ilmu yang mempelajari interaksi manusia),
  • Ekonomi (ilmu yang mempelajari bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara maksimal dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas)
  • Antropologi (ilmu yang mempelajari umat manusia secara fisik dan budaya)
  • Sejarah (ilmu yang mempelajari peristiwa berdasarkan dari urutan waktu.

Dalam menjelaskan dan mempelajari cara-cara memvisualisasikan dan menganalisis data dan informasi geografis dalam bentuk peta, diagram, foto udara, dan citra hasil penginderaan jauh ditunjang oleh cabang ilmu Geografi Teknik yaitu:

  • Kartografi, (ilmu dan seni membuat peta)
  • Penginderaan Jauh (ilmu dan seni yang menghasilkan informasi mengenai objek, daerah, atau gejala)
  • Sistem Informasi Geografis, adalah sistem informasi berbasis komputer dimana dapat menyimpan, mengelola, memproses, menganalisis data geografis maupun non-geografis, serta menyediakan informasi dan grafis secara terpadu.

Pendekatan Ilmu Geografi

Geografi mempelajari geosfer dengan menggunakan pendekatan kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Pendekatan kelingkungan artinya geografi selalu melihat bagaimana hubungan dan keterkaitan antara aspek fisikal dan makhluk hidup lainnya pada ruang permukaan bumi.

Pendekatan kewilayahan atau regional artinya geografi selalu melihat ruang sebagai wadah yang memiliki keunikan atau perbedaan dengan wilayah lainnya sebagai hasil interelasi dan integrasi antara aspek fisik dan manusia yang berada di dalamnya.

Konteks keruangan artinya geografi selalu melihat ruang dalam pengertian tiga dimensi, yaitu atas (atmosfer), bawah (litosfer), dan luasan (hidrosfer, biosfer, dan antroposfer). Geografi selalu melihat pola penyebaran suatu fenomena dalam ruang atau permukaan bumi, bagaimana keterkaitan antara fenomena dengan fenomena lain yang berbeda di suatu tempat, fenomena suatu tempat dengan fenomena lain di lain tempat, dan bagaimana pengaruh dari suatu fenomena (gejala) terhadap fenomena (gejala) lain dalam ruang yang jauh lebih luas.

Dari pembahasan sebelumnya diketahui bahwa ruang lingkup geografi tersebut sangatlah luas. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya dari sudut aspek keruangannya, tetapi dari aspek-aspek yang lainnya.

 

Referensi:

Hartono, Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

 

Ruang Lingkup Kajian Ilmu Geografi

You May Also Like

1 Comment

  1. terimakasih , dengan adanya blog ini sayabisavmendapatkanmateri yangsaya perlukan dalam pengajaran saya.
    kalaubisa mohon di kirim ke email saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *