Perbedaan Tawon dan Lebah, Fauna Kecil yang Menyengat

Perbedaan Tawon dan Lebah

Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai kejadian akibat tersengat tawon dan lebah. Masyarakat mungkin masih belum bisa membedakan kedua jenis serangga ini, walaupun kedua nya mempunyai klasifikasi secara biologi yang sama tetapi kedua jenis serangga ini sangatlah berbeda.

Tawon dan lebah diklasifikasikan secara biologi ke dalam kelompok kelas hymenoptera. Ciri khas dari kelas hymenoptera yaitu mempunyai dua pasang sayap, satu pasang antena dan tubuhnya terbagi menjadi tiga segemen yaitu kepala, perut dan torak/ dada.

Perbedaan Tawon dan Lebah

Jika dilihat secara kasat mata kedua jenis hewan hymenoptera ini mempunyai kemiripan tapi ternyata mempunyai perbedaan yang harus kita ketahui. Berikut dijelaskan dalam tabel perbedaan dari kedua jenis hewan hymenoptera ini:

Perbedaan

Tawon

Lebah

Bentuk dan ukuran tubuh
  • Tidak diselubungi oleh rambut.
  • Ukuran tubuh yang lebih besar tetapi badannya terlihat lebih ramping
  • Tubuh disebungi oleh rambut yang lebat.
  • Ukuran tubuh yang lebih kecil tetapi berbadan gemuk.
Jenis makanan Merupakan serangga predator yang menyukai jenis serangga lainnya, seperti: ulat bulu dengan tubuh yang lunak dan laba-laba Lebih menyukai serbuk sari (nektar) dari bunga
Cara menyengat Dapat menyengat beberapa kali dan tidak akan mati setelah menyengat. Sengat tidak tertinggal pada kulit makhluk yang disengatnya. Hanya dapat menyengat sekali dan kemudian akan mati. Sengatnya akan tertinggal pada kulit makhluk yang disengatnya.

Gejala Keracunan dan Kandungan Racun Lebah/Tawon

Lebah atau tawon mampu menyengat orang atau makhluk lainnya melalui sengatnya. Sengat yang berduri dan terletak di ujung abdomen/perut seperti kantung racun terkait dengan saluran pencernaan dari lebah atau tawon.

Ketika lebah atau tawon menyengat, kantung racun tersebut dan bagian lain dari tubuh lebah atau tawon akan ditarik keluar dan tertinggal (untuk lebah), membunuh lebah.

Meskipun lebah mati, sengat berlaku cepat, dan, jika sengat tidak dihilangkan dengan cepat dari area kulit yang disengat, gejala secara bertahap meningkatkan dan kantung racun akan terus memompa racun ke dalam luka.

Sengatan lebah atau tawon dikenal sangat menyakitkan, tetapi gejala yang dihasilkan dari sengatan bervariasi, tergantung dari jumlah racun yang masuk ke dalam sistem kekebalan tubuh orang yang disengatnya.

sengatan lebah

Gejala keracunan yang ditimbulkan akibat tersengat tawon/ lebah dapat menimbulkan reaksi yang sangat cepat dengan efek nyeri yang hebat diikuti dengan reaksi inflamasi lokal diantaranya rasa gatal dan hangat ditempat yang tersengat, bengkak disertai dengan memar berwarna biru, kulit bengkak berisi cairan bening (seperti luka akibat lepuhan).

Meskipun sengatan lebah atau tawon tidak berbahaya, namun pada beberapa orang mungkin dapat mengalami alergi terhadap racun tersebut. Sengatan berulang atau sengatan tunggal pada orang yang alergi terhadap racun lebah atau tawon dapat menyebabkan muntah, diare, pingsan, reaksi alergi hingga paling parah dan kematian.

Penyebab paling umum kematian adalah reaksi alergi, serangan jantung atau sesak nafas. Kematian dipengaruhi oleh alergi dan lokasi sengatan pada bagian tubuh yang tersengat. Sengatan yang terjadi di daerah sekitar mulut atau leher merupakan kasus yang paling berbahaya.

Dosis toksik akibat sengatan kedua serangga ini bervariasi. Pada orang dewasa 125 atau lebih sengatan lebah madu dapat menyebabkan morbiditas berat dan kematian dan sedikitnya 50 sengatan dapat menyebabkan reaksi beracun. Dosis letal pada manusia telah diperkirakan 500- 1.500 sengatan lebah madu.

Sengatan dari kedua jenis serangga ini mengandung enzim dan peptida. Enzim tersebut terdiri dari fosfolipase A, hialuronidase dan lecithinase, sedangkan peptida utama terdiri dari mellitin, apamin dan peptida 401.

Enzim Fosfolipase A yang terkandung di dalam sengatan kedua jenis serangga ini mencapai 12% dari total kandungan racun. Zat ini menghancurkan sel dengan memecah fosfolipid yang merupakan komponen utama dari membran sel.

Lecithinase merubah lecithine menjadi lysolecithine (atau fosfolipase B), yang memecah membran sel darah, sedangkan hialuronidase yang terkandung di dalam sengatan 3%, zat ini bertindak sebagai faktor penyebaran, dengan memecah asam hyaluronik, suatu polisakarida cairan interstitial dalam jaringan ikat.

Mellitin merupakan peptida asam amino 26 yang bertindak menghancurkan sel-sel darah dengan memecah membran sel. Hal ini juga menurunkan tekanan darah, menyebabkan pelepasan histamin, dan merupakan komponen utama penyebab nyeri.

Mellitin dan apamin menyebabkan tubuh melepaskan kortisol, suatu steroid alami, sementara peptida 401 adalah agen anti-inflamasi yang kuat.

Asam amino utama yang terkandung dalam sengatan lebah atau tawon adalah sistein dan metionin, yang keduanya mengandung belerang. Sulphur penting dalam mendorong pelepasan kortisol dari kelenjar adrenal.

Histamin yang terkandung dalam sengatan lebah ini yaitu 0,9% dari jumlah racun, menyebabkan gatal dan sakit di lokasi sengatan. Kehadiran asam ini, yang meliputi asam format, klorida dan ortofosfat, diyakini jauh lebih penting dalam menyebabkan rasa sakit dari yang diperkirakan sebelumnya.

Pertolongan Pertama Pada Korban Keracunan

Pertolongan pertama yang dapat diberikan pada korban yang tersengat tawon/ lebah yaitu periksa lokasi sengatan apakah terdapat sengat yang tertinggal.

Jika terdapat sengat yang tertinggal dapat dilepaskan dengan melepaskan secara halus dengan penjepit, lepaskan sengat segera setelah satu menit sengatan karena setelah dua menit racun telah masuk melalui kulit bila sengat tidak segera dilepaskan.

Kemudian cuci lokasi sengatan dengan air dan sabun serta kompres dengan menggunakan air dingin. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat apabila ditemukan gejala lebih lanjut.

 

Perbedaan Tawon dan Lebah

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *