Masjid Tiban Turen, Malang

Di desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Malang, Jawa Timur, terdapat sebuah masjid yang tersohor dengan nama Masjid Tiban. Disebut Masjid Tiban (tiban, bhs Jawa = tiba-tiba muncul) karena konon katanya masjid yang megah ini dibangun oleh jin dalam waktu hanya semalam saja.

Selain berada di tengah perkampungan, dengan jalan yang sempit, masjid dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar sehingga muncul mitos pembangunannya di masyarakat.

Lazimnya sebuah masjid di kampung, pasti proses pembangunannya akan melibatkan masyarakat sekitar. Biasanya mereka mengajak bergotong-royong untuk pengecoran atau pekerjaan lainnya. Tetapi Masjid Tiban sama sekali tidak melibatkan warga sekitar.

Dari pengakuan warga sekitar, dulunya saat pembangunan masjid memang tertutup, jadi saat dibuka sudah setengah jadi bangunan besar. Warga juga melihat mobil pick-up yang masuk membawa bahan bangunan, tetapi sepertinya tidak banyak. Kalau alat berat memang tidak pernah ada.

Masjid Tiban Turen, Malang

Bangunan Masjid Tiban berornamen Timur Tengah dengan warna dominan biru dan putih itu berada di tengah-tengah pemukiman yang padat. Jarak dari jalan raya menuju lokasi, sekitar satu kilometer. Namun karena bentuk bangunannya menjulang tinggi, orang bisa langsung melihatnya dari jalan raya.

Sebuah gerbang gapura setinggi sekitar 30 meter cukup membuat takjub. Pengunjung pun dapat terkesima dengan tingginya gedung berlantai 10 berikut ornamennya, meskipun berada di gang sempit perkampungan.

Sepanjang menyusuri komplek Masjid Tiban, akan menemukan kamar-kamar dengan desain arsitektur yang beragam nuansanya. Secara ilmu arsitektur memang menggabungkan berbagai unsur seperti China, Eropa dan Timur Tengah.

Masjid Tiban Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah

Masjid sekaligus Ponpes ini memiliki 10 tingkat, di mana masing-masing tingkatnya memiliki tema yang berbeda-beda.

  • Lantai 1 terdapat beberapa pajangan akuarium yang cukup besar dan tempat penjualan souvenir.
  • Lantai 2 – 6 Anda akan dimanjakan dengan berbagai ukiran-ukiran kaligrafi dan ornamen-ornamen yang memanjakan mata Anda.
  • Lantai 7-8 Anda bisa membeli beberapa pernak pernik oleh-oleh khas Masjid Tiban ini.
  • Dan di ujung lantai 9-10 Anda akan dimanjakan dengan pemandangan desa nan hijau dan nyaman dari ketinggian.

Fakta Masjid Tiban Turen

Mitos tentang Masjid Tiban Turen yang dibangun oleh jin dalam waktu hanya semalam ini dibantah oleh sekretariat masjid.

Masjid ini merupakan salah satu bangunan di kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah yang dirancang sendiri oleh pendirinya, KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam.

Masjid Tiban dalam Pondok Pesantren ini adalah murni dibangun oleh para santri dan jamaah sejak tahun 1978. Memang pembangunannya tidak dilakukan secara runtut dari depan ke belakang atau dari bawah ke atas. Kabarnya Kiai Ahmad selaku pengasuh pondok pesantren melakukan istikharah terlebih dahulu untuk mendapatkan petunjuk.

Masjid yang tersohor dengan nama Masjid Tiban ini berlokasi di di Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur Nomor 10, RT 07/RW 06, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Malang, Jawa Timur.

Karena keunikan dan beredarnya mitos di masyarakat, maka masjid ini menarik minat wisatawan, baik daerah maupun luar daerah. Masjid tersebut kini juga kerap dikunjungi masyarakat yang penasaran dengan masjid tersebut terutama di hari raya kebesaran agama maupun hari libur nasional.

Namun, pihak pengelola menolak Masjid Tiban disebut sebagai lokasi wisata. Mereka lebih senang dikenal sebagai Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah. Karena itu di beberapa sudut tertulis permintaan kesadaran para pengunjung agar bersikap selayaknya di pesantren, bukan di tempat wisata.

Para pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau empat bisa langsung parkir melalui pos informasi 1, selanjutnya akan diarahkan menuju lahan parkir dan informasi 2. Namun bagi pejalan kaki bisa langsung menuju pos informasi 2 melalui lorong dengan warna kemasan yang megah.

Pengunjung hanya akan ditanya nama atau pemimpin rombongan, jumlah rombongan dan kendaraan yang digunakan. Tidak ada pungutan biaya apapun, bahkan jika membutuhkan pendamping akan disediakan pemandu dengan cuma-cuma. Data yang tertulis di selembar kertas tersebut dibawa pengunjung sebagai bekal menyusuri komplek bangunan pesantren.

Tak ada biaya tiket masuk yang harus Anda keluarkan jika berkunjung ke Masjid Tiban ini, hanya cukup mengeluarkan uang untuk parkir kendaraan Anda. Yang penasaran, langsung saja kunjungi masjid penuh misteri di Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang ini.

Sumber: WBC

 

Masjid Tiban Turen, Malang

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *