Ternyata Black-Eyed Pea Bukanlah Kacang Polong

black eyed pea

Black-eyed pea (Vigna unguiculata) atau kacang bermata hitam adalah salah satu variasi dari kacang kacangan dan termasuk dalam keluarga kacang-kacangan (Leguminosae atau Fabaceae di Amerika Serikat). Meskipun disebut sebagai “kacang” atau “pea,” sebenarnya mereka adalah jenis kacang. Kedua istilah “kacang” dan “pea” mengacu pada tanaman yang termasuk dalam keluarga legum, dan keduanya memiliki biji dan polong yang dapat dimakan.

Black-eyed pea (kacang bermata hitam)

Menurut Penguin Companion to Food, “kacang” adalah istilah yang secara longgar diterapkan pada setiap tanaman legum yang biji atau polongnya dapat dimakan, dan tidak diklasifikasikan secara terpisah sebagai “kacang-kacangan” atau “kacang lentil.” Sebelumnya, kacang-kacangan secara tradisional termasuk dalam genus Phaseolus, tetapi sekarang beberapa spesies, termasuk black-eyed pea, termasuk dalam genus Vigna. Sedangkan “kacang polong” (peas) termasuk dalam genus Pisum.

Tanaman black-eyed pea memiliki nama umum yang tidak konsisten dengan istilah lainnya. Beberapa legum lain yang juga sering disebut sebagai “kacang polong” adalah butterfly pea (Clitoria ternatea), chickpea (Cicer arietinum), pigeon peas (Cajanus cajan), dan winged pea (Lotus tetragonolobus).

Sebagai kacang-kacangan, mereka adalah sayuran yang sangat bergizi, baik untuk manusia maupun untuk tanah. Mereka memiliki kemampuan untuk memperbaiki nitrogen, artinya nitrogen dari udara diserap oleh tanaman dan bakteri yang hidup di akar mengubahnya menjadi nutrisi yang dapat digunakan oleh tanaman. Karena proses ini, tanaman yang mampu memperbaiki nitrogen ini meningkatkan kualitas tanah dengan mengembalikan nutrisi ke dalam tanah.

Tidak hanya ini saja, tetapi ada artikel bermanfaat lainnya yang bisa Anda telusuri. Mari jangan lewatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak: Struktur Kayu dan Cincin Pertumbuhan Kayu

Fakta Menarik tentang black-eyed pea (kacang bermata hitam):

  • Sudah dibudidayakan sejak zaman prasejarah di Cina dan India, dan terkait erat dengan mung bean. Orang Yunani dan Romawi kuno lebih suka black-eyed peas daripada chickpea.
  • Dibawa ke Hindia Barat oleh budak-budak Afrika Barat yang tercatat pada tahun 1674.
  • Awalnya digunakan sebagai pakan ternak, mereka menjadi makanan pokok bagi budak-budak. Selama Perang Saudara Amerika, black-eyed peas (field peas) dan jagung diabaikan oleh pasukan Sherman. Ditinggalkan di ladang, mereka menjadi makanan penting bagi Konfederasi Selatan.
  • Di Amerika Serikat bagian Selatan, makan black-eyed peas dan sayuran hijau (seperti collard) pada Tahun Baru dianggap sebagai tanda keberuntungan: kacang polong melambangkan koin dan sayuran hijau melambangkan uang kertas.
  • Mereka adalah salah satu bahan utama dalam Hoppin’ John (kacang polong, nasi, dan daging babi) dan bagian dari “soul food” Afrika-Amerika.
  • Awalnya disebut mogette (bahasa Prancis untuk biarawati). Mata hitam di tengah kacang (tempat kacang melekat pada polong) mengingatkan beberapa orang pada penutup kepala biarawati.

Demikianlah, meskipun disebut sebagai “kacang polong,” black-eyed pea sebenarnya adalah jenis kacang dan bukan kacang polong sejati. Mereka memiliki sejarah budidaya yang panjang dan merupakan makanan yang penting dalam berbagai budaya di seluruh dunia.

 

Ternyata, Black-Eyed Pea Bukanlah Kacang Polong

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *