Sejarah Negara Bosnia Dan Herzegovina

Bosnia & Herzegovina

Bosnia dan Herzegovina adalah satu negara yang terdiri dari dua negara federasi, yaitu Federasi Bosnia Herzegovina dan Republik Srpska. Di negara ini juga terdapat distrik yang diawasi oleh dunia internasional, yaitu Distrik Brcko. Dalam sejarahnya, wilayah bosnia pertama kali dihuni oleh bangsa Slavis. Mereka hidup dari abad ke-6 sampai ke-9 Masehi.

Ahli filologi menyatakan bahwa nama Bosna (Bosnia) berasal dari bahasa Illyria, “Bass-an-as”, yang artinya “air yang mengalir”. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa istilah Bosnia diambil dari nama sungai Bosna yang membelah wilayah Bosnia. Sedangkan nama Herzegovina diambil dari nama Herceg Stjepan, yang menunjukkan bangsawan yang berkuasa di bagian selatan Bosnio sampai invasi Ottoman pada abad ke-15.

Bosnia dan herzegovina atau bosnia-herzegovina juga sering disebut negara bosnia, adalah salah satu negara republik parlementer di semenanjung balkan benua eropa, negara ini memiliki luas wilayah sekitar 51.129 km², luas wilayah di negara ini hanya sedikit lebih besar dari luas wilayah provinsi Jambi di pulau sumatera.

Wilayah dari negara ini berbatasan dengan wilayah negara-negara lain di balkan seperti negara serbia di sebelah timur, Kroasia di sebelah utara dan barat daya, serta berbatasan dengan negara montenegro di bagian tenggara.

Negara Bosnia ber ibukota di sarajevo, kota yang memiliki sejarah cukup panjang ini merupakan kota terbesar di bosnia. Sarajevo juga merupakan kota pusat keuangan, politik, sosial dan kebudayaan di negara Bosnia. Ekonomi di negara ini adalah ekonomi kecil terbuka, yang didominasi oleh sektor layanan, dan dibantu juga oleh sektor industri dan manufaktur.

Mata uang resmi dari bosnia adalah marka bosnia-herzegovina. Wilayah dari bosnia-herzegovina dihuni oleh 3.511.372 jiwa. Penduduk yang ada di negara bosnia terdiri dari 3 etnis utama atau mayoritas yaitu etnis kroasia, serbia, dan bosnia.

Secara konstitusi negara ini tidak menentukan bahasa resmi untuk negara nya, namun secara de facto negara ini menggunakan 3 bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh warganya yaitu bahasa bosnia, serbia, dan bahasa kroasia serta sebagian kecil menggunakan bahasa Inggris.

Sebagai salah satu negara yang cukup lama berada di bawah kekuasaan ottoman, jumlah penduduk muslim di bosnia mencapai sekitar 51% dan sekitar 46% nya adalah penganut agama kristen.

Sejarah Bosnia Herzegovina

Bosnia dan herzegovina merupakan sebuah wilayah perbatasan antara 2 kebudayaan barat dan timur. Pada abad pertengahan wilayah tersebut menjadi ajang pertikaian dan perebutan pengaruh antara romawi barat ( katolik) dan romawi timur ( ortodoks).

Pada abad ke-12, banate of bosnia didirikan dan kemudian berevolusi menjadi kerajaan bosnia. Meskipun raja-raja hongaria saat itu memandang bahwa wilayah bosnia berada dibawah kedaulatan mereka, namun para penguasa bosnia kebanyakan bertindak secara independen dalam melakukan diplomasi, mengatur sistem dan kebijakan di wilayahnya, serta menjalin hubungan kerjasama dengan negara lain.

banate of bosnia

Penaklukan ottoman atas bosnia di mulai sekitar 1386 hingga pada 1463 bosnia secara resmi jatuh dan berada di bawah kekuasan ottoman, penaklukan ini menandai era baru dalam sejarah bosnia dan memperkenalkan perubahan drastis pada sistem politik dan budaya negara Bosnia.

Ottoman menggabungkan bosnia sebagai provinsi integral kekaisaran ottoman dengan nama historis dan integritas teritorialnya. Ottoman juga memperkenalkan sejumlah perubahan penting dalam administrasi sosial politik wilayah tersebut, termasuk sistem kepemilikan tanah yang baru, reorganisasi unit administrasi, dan sistem diferensiasi sosial yang komplek berdasarkan kelas dan afiliasi agama.

Pada pertengahan abad ke-19, nasionalis serbia yang muncul setelah pemisahan serbia dari ottoman, mulai membuat kontak dan mengirim propaganda nasionalis yang mengklaim bosnia sebagai provinsi dari serbia, bersamaan dengan hal tersebut, nasionalis kroasia membuat klaim serupa tentang bosnia sebagai provinsi dari kroasia.

Munculnya gerakan-gerakan tersebut menandai awal dari politik nasionalis di bosnia yang terus tumbuh di sisa abad ke-19 dan abad ke-20. Kerusuhan agraria akhirnya memicu pemberontakan herzegovinian, yaitu pemberontakan yang di pimpin oleh etnis serbia melawan ottoman di herzegovina pada 1875, konflik tersebut kemudian menyebar dengan cepat dan melibatkan beberapa negara balkan. Situasi ini kemudian menyebabkan diadakannya kongres berlin.

Tahun 1878, sebuah kongres yang dihadiri oleh perwakilan 6 kekuatan besar eropa ( rusia, inggris, perancis, austro-hungaria, italia, jerman) serta kekaisaran ottoman dan juga 4 negara balkan ( yunani, serbia, rumania, montenegro) yang bertujuan untuk menentukan wilayah negara-negara di semenanjung balkan setelah perang rusia-turki.

Pada kongres tersebut menteri luar negeri austro-hungaria mendapat tugas untuk mengurus administrasi di bosnia. Tahun 1908, austro-hungaria memprovokasi terjadinya krisis bosnia dengan secara sepihak mengumumkan aneksasi terhadap bosnia herzegovina di bawah kendali bersama austria dan hongaria. Krisis ini secara permanen merusak hubungan antara austro-hungaria dengan negara italia, serbia, dan rusia.

Dan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perang dunia I. Setelah perang dunia I, bosnia bergabung dengan kerajaan slavia selatan atau kerajaan yugoslavia. Setelah kerajaan yugoslavia di kalahkan oleh nazi dalam perang dunia II, wilayah bosnia kemudian di serahkan kepada negara independen kroasia, aturan dari kroasia ini menyebabkan meluasnya penganiayaan dan genosida.

Populasi yahudi di wilayah itu hampir punah, dan ratusan ribu orang serbia dikabarkan tewas di tangan milisi utase Kroasia. Di saat yang bersamaan banyak dari orang-orang serbia yang bergabung dengan chetnik, sebuah gerakan nasionalis serbia dengan tujuan membangun negara besar serbia yang homogen secara etnis. Kelompok ini juga bertanggung jawab atas penganiayaan dan pembunuhan orang-orang non-serbia, simpatisan komunis, dengan populasi muslim di wilayah tersebut menjadi target utama.

Pada 12 oktober 1941, sejumlah 108 orang dari kelompok muslim sarajevo menandatangani resolusi muslim sarajevo, dimana mereka mengutuk penganiayaan terhadap serbia yang diorganisir oleh pihak utase ( pasukan milisi kroasia ), hal tersebut membuat perbedaan antara muslim yang berpartisipasi dalam penganiayaan itu dengan populasi muslim yang lebih luas.

Menyajikan informasi tentang penganiayaan muslim oleh serbia dan meminta keamanan bagi seluruh warga negara, terlepas dari identitas mereka. Pada tahun yang sama tahun 1941, komunis yugoslavia di bawah kepemimpinan Joseph Broz Tito mengorganisir kelompok perlawanan multi etnis mereka sendiri dan partisan yugoslavia berperang melawan kelompok axis, utase, dan cetnik.

29 november 1943, dewan anti fasis untuk pembebasan nasional yugoslavia dengan tito sebagai pimpinannya mengadakan konferensi di kota jajce, dimana wilayah bosnia herzegovina dibangun kembali sebagai sebuah republik dalam federasi yugoslavia.

Pada akhir perang dunia, berdirinya republik federal sosialis yugoslavia, dengan konstitusi yugoslavia 1946 secara resmi menjadikan bosnia herzegovina salah satu dari enam republik konstituen di negara baru tersebut. Pada november 1990, pemilihan parlemen multi partai di lakukan di seluruh wilayah bosnia-herzegovina. Menghasilkan majelis nasional dimana kekuatan komunis digantikan oleh koalisi 3 partai berbasis etnis.

Menyusul deklarasi kemerdekaan slovenia dan kroasia dari yugoslavia , turut memicu perselisihan yang berkembang diantara orang-orang bosnia tentang masalah apakah akan tetap menjadi bagian dari yugoslavia atau merdeka dan menjadi negara mandiri.

Bosnia dan herzegovina mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 3 maret 1992 dan mendapat pengakuan internasional pada 6 april 1992. Pasca kemerdekaan negara ini masih dilanda konflik yang menyebabkan terjadinya perang saudara di negara tersebut. Hingga pada tahun 1995, ditanda tangani perjanjian dayton yaitu perjanjian untuk mangakhiri konflik di negara tersebut.

Partai-partai yang bertikai setuju untuk berdamai dan mengakui satu negara berdaulat yaitu bosnia dan herzegovina yang terdiri dari dua bagian yaitu republik sprska yang mayoritas orang serbia dan federasi bosnia dan herzegovina.

Itulah tadi sedikit ringkasan sejarah panjang tentang negara bosnia dan herzegovina.

 

Sejarah Negara Bosnia Dan Herzegovina

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *