Tantangan Persiapan Pernikahan bagi Generasi Milenial

Pernikahan bagi Kaum Generasi Milenial

Merencanakan dan menyiapkan sebuah acara pernikahan bagi generasi milenial mungkin sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya. Meskipun pada dasarnya acara pernikahan ingin terkesan meriah dan menyenangkan, namun ada tantangan yang harus dihadapi kaum milenial pada saat menyiapkan pernikahan yang bisa memancing emosi mereka.

Tantangan Persiapan Pernikahan Milenial

Saat ini, generasi milenial umumnya dapat memilih sendiri persiapan pernikahan tanpa melibatkan orang tua, mulai dari memilih gaun dan jas pengantin, katering, gedung, tamu undangan serta memilih jasa foto pernikahan, namun pada kenyataannya tahapan ini justru lebih menguras emosi dan tenaga bagi generasi milenial.

Hal itu menjadi tantangan bagi generasi milenial dalam menyiapkan pernikahan dan harus sanggup melewatinya. Apa saja tantangan tersebut?

Peran Media Sosial

Kaum milenial saat ini tidak terlepas atau identik dengan media sosial. Mereka umumnya akan mem-posting foto lamaran di media sosial yang mereka miliki dan kemudian akan ada banyak yang merespon, bahkan oleh orang-orang yang tidak dikenal,  dengan menanyakan kapan pernikahannya. Meskipun pada awalnya bersemangat untuk menjawab, namun bisa mengganggu jika bertubi-tubi muncul pertanyaan yang sama.

Selain itu, banyak inspirasi pernikahan di media sosial, menjadikan pasangan yang akan menikah memiliki ekspektasi besar dan ingin mengikuti posting-an itu. Jadinya, merasa takut kurang sempurna dan bisa menimbulkan kekecewaan saat itu tidak tercapai.

Biaya Pernikahan yang Mahal

Jika menginginkan acara pernikahan terkesan mewah, meriah dan menyenangkan tentu saja membutuhkan biaya yang cukup besar. Terlebih banyak orang tua yang belum paham tentang biaya pernikahan di masa kini sangatlah mahal dan baru percaya setelah mengetahui dari wedding organizer atau pihak penyedia kebutuhan pernikahan.

Meskipun biaya pernikahan sangatlah mahal, namun tak jarang orang tua setuju dan mengharapkan sebuah pesta yang megah, setidaknya di gedung besar karena bisa menjadikan kebanggaan tersendiri bagi orangtua dan layak dipamerkan kepada tamu undangan. Bahkan tak jarang mereka berhutang untuk membiayai pernikahan yang besar itu.

Ekspektasi Pernikahan yang Besar

Ekspektasi atau harapan “sukses” dalam menyelenggarakan pernikahan yang relatif besar namun terkadang harapan tersebut tidak terpenuhi seluruhnya. Hal ini dapat disebabkan tidak semua orang merasa senang dan takjub dengan pernikahan yang megah dan mewah. Bisa juga tamu berhalangan hadir karena kemungkinan enggan memberi “kado hadiah” yang mahal untuk pesta pernikahan meriah.

Selain itu, terkadang ada tamu yang memberikan kado pernikahan berupa peralatan rumah tangga, yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pasangan pengantin karena sudah memiliki semuanya.

Saran dan Solusi

Tantangan yang millenials hadapi saat ingin menikah cukup besar juga, namun itu jangan mengurungkan niat untuk melanjutkan langkah bersama pasangan ke pelaminan.

Kritikan mungkin akan muncul juga di media sosial seperti “Terlalu cepat menikah” atau “Terlalu tua untuk menikah”. Abaikan kritik seperti itu karena tidak ada usia pas untuk menikah dan akan membuat emosi serta membuang energi jika membalasnya.

Akan sulit membuat sebuah pesta pernikahan yang dapat membuat semua orang senang dan takjub. Karena itu, cukup buat sebuah pesta pernikahan yang diinginkan meskipun mungkin dianggap kurang sempurna dalam acara pernikahan oleh sebagian orang. Jauh lebih baik apabila mengadakan pernikahan sesuai dengan biaya yang ada.

Jangan lupa untuk mendokumentasikan acara pernikahan dengan menggunakan jasa foto pernikahan yang profesional, seperti Photoology Studio yang menawarkan jasa foto pernikahan yang digarap dengan profesional oleh crew terbaik dan berpengalaman.  Momen-momen acara pernikahan harus ditangkap dan diabadikan ke dalam sebuah sebuah foto yang berkualitas tinggi serta harus dapat mengambil arti sebenarnya dari momen tersebut.

Dan yang terpenting lagi adalah menikah berarti siap untuk menjadi orang tua dan memiliki anak. Siapkan mental yang tangguh untuk menjadi orang tua, terlebih jika menikah di usia muda karena umumnya masih memiliki emosi yang labil.

 

Persiapan Pernikahan bagi Kaum Generasi Milenial

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *