Para Ahli Penting dalam Penelitian Sel

Ahli Penting dalam Penelitian Sel

Semua makhluk hidup tersusun dari bagian-bagian kecil yang disebut sebagai sel. Sel-sel tersebut yang kemudian berkumpul dan menghasilkan organ-organ hingga membentuk makhluk hidup secara sempurna. Sel memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, sudah berabad-abad lamanya sel diketahui keberadaannya oleh manusia.

Ahli Sains yang Berperan Penting dalam Penelitian Sel

Secara struktural, sel merupakan satuan terkecil mahluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan, yang merupakan unit terkecil penyusun mahluk hidup. Secara fungsional, sel berfungsi untuk menjalankan fungsi kehidupan (menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel penyusunnya berfungsi), kemudian membentuk organisme.

Pertama kali sel dikenal pada tahun 1665, seorang kurator untuk Royal Society of London dan Robert Hooke, orang pertama yang melihat “sel” pada tahun 1665.

Inilah kisah singkat mereka para ahli sains yang memberi peran penting dalam penelitian tentang sel.

Robert Hooke (1635-1703) adalah orang yang pertama kali melihat sel, awalnya ia melihat sel pada gabus, lalu ia melihat sel lagi pada tulang dan tanaman.

Berlanjut pada tahun 1824 Henri Dutrochet (1776-1847) menemukan bahwa hewan dan tumbuhan memiliki struktur sel yang sama.

Kemudian terdapat penelitian lebih mendalam lagi hingga Robert Brown (1773-1858) menemukan inti sel pada tahun 1831

Sekitar tahun 1831 juga, Matthias Schleiden (1804-1881) menamai nucleolus untuk struktur dalam nukleus yang kini diketahui terlibat dalam produksi ribosom.

Schleiden dan Theodor Schwann (1810-1882) melakukan penelitian secara terpisah hingga keduanya dapat menggambarkan bentuk awal dari teori sel umum pada tahun 1839, mereka menyatakan bahwa sel adalah unit dasar pembentuk tanaman. Lalu Schwann memperluas ide tersebut dengan menyatakan sel juga merupakan unit dasar pembentuk hewan.

Pada tahun 1855, Robert Remak (1815-1865) menjadi orang pertama yang dapat menggambarkan pembelahan sel.

Tak lama setelah penemuan Remak ini, Rudolph Virchow (1821-1902) menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya.

Pada masa-masa berikutnya, hasil penelitian Schleiden, Schwann, dan Virchow menjadi teori dasar sel sebagai ilmu pengetahuan namun penelitian tidak terhenti sampai di situ.

Pada tahun 1868 Ernst Haeckel (1834-1919) menemukan bahwa nucleus bertanggung jawab untuk perkembangbiakan.

Lalu berlanjut 20 tahun setelah itu, pada tahun 1888, kromosom diberi nama dan diamati dalam inti sel oleh Wilhelm von Waldeyen-Hartz (1836-1921).

Hingga pada akhirnya Walther Flemming (1843 – 1905) menjadi orang yang pertama melihat kromosom dalam seluruh proses pembelahan sel.

Nah, begitulah kisah singkat perkembangan para ahli sains tersebut dalam meneliti sel.

Hingga sekarang, perkembangan ilmu tentang sel terus berlanjut dan terus diajarkan kepada masyarakat sebagai ilmu wajib di sekolah-sekolah.

 

Para Ahli Penting dalam Penelitian Sel

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *