Tindakan Gubernur Terbodoh North Carolina Mengusulkan Penundaan Pemilihan Kongres

Gubernur Terbodoh beverly eaves perdue

Usulan dari pejabat publik yang positif dan menguntungkan banyak pihak tentu akan disambut hangat oleh masyarakat. Namun jika sebaliknya, bisa saja terjadi kontroversi besar. Seperti yang terjadi di negara bagian North Carolina, Amerika Serikat, gubernur Bev Perdue membuat kontroversi besar dengan usulan tentang penundaan pemilihan Kongres. Usulan yang sangat kontroversial itu mengakibatkan Bev Perdue mendapatkan julukan gubernur terbodoh.

Usulan Gubernur Terbodoh untuk Penundaan Pemilihan Kongres

Awalnya Gubernur North Carolina, Bev Perdue berbicara di hadapan klub Rotary di Cary, NC, mengatakan, “Saya pikir kita sebaiknya menunda, mungkin, pemilihan untuk Kongres selama dua tahun,” katanya. “Kita memberi tahu mereka bahwa kita tidak akan menyalahgunakan mereka atas keputusan apa pun yang mereka buat, biarkan mereka membantu negara pulih.”

Ucapan tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk dari Partai Republik setempat, Drudge Report, dan Rush Limbaugh. Meskipun Perdue kemudian menyatakan bahwa ucapannya itu bersifat sindiran, komentarnya tersebut telah menciptakan gejolak yang signifikan di antara partai politik dan media.

Meskipun dikritik secara luas karena tidak sesuai dengan konstitusi, ada inti gagasan yang terkandung dalam komentarnya yang tidak disengaja tersebut. Menurut Harold Meyerson dalam majalah The American Prospect, reformasi yang akan menciptakan pemerintahan yang lebih representatif adalah dengan mengubah waktu pelaksanaan pemilihan dan masa jabatan anggota Kongres.

“Jika anggota DPR diberikan masa jabatan empat tahun yang bersamaan dengan masa jabatan presiden, mereka akan bertanggung jawab kepada elektorat yang lebih besar yang sama. Hal ini juga akan berlaku untuk senator. Ini bukanlah pemilihan parlementer — calon presiden, senator, dan perwakilan akan tetap dipilih secara terpisah — tetapi setidaknya pejabat terpilih kita semua akan mendapatkan kekuasaannya dari elektorat yang sama dan paling luas.”

USA Today memberikan beberapa saran lain untuk reformasi sistem politik. “Mungkin yang paling signifikan adalah mengubah cara pembagian wilayah pemilihan Kongres, membuat lebih banyak distrik menjadi kompetitif dan meningkatkan kemungkinan kandidat sentris untuk menang. Mengubah aturan filibuster Senat juga bisa mencegah beberapa senator dari kebiasaan memblokir tindakan yang didukung oleh mayoritas. Dan mengubah kalender Kongres bisa mendorong legislator untuk membangun hubungan personal dengan anggota partai lainnya.”

Matt Bennett, dari Third Way, mengatakan, “Banyak kesalahan dalam ketidaksepahaman antar partai politik berasal dari kalender Kongres, di mana anggota parlemen pulang ke daerah pemilihannya pada malam Rabu atau paling lambat Kamis. Mereka tidak bersama pada akhir pekan, dan tuntutan penggalangan dana berarti mereka terpisah satu sama lain segera setelah pemungutan suara selesai. Mereka sama sekali tidak berinteraksi.”

Sosok Bev Perdue

Beverly Eaves Perdue, yang lahir dengan nama Beverly Marlene Moore pada 14 Januari 1947, adalah seorang figur yang memiliki karier yang mencakup dunia bisnis, politik, dan kepemimpinan. Ia berasal dari Amerika Serikat dan memiliki afiliasi politik dengan Partai Demokrat.

Periode paling terkenal dalam karier politiknya adalah saat ia menjabat sebagai Gubernur Carolina Utara ke-73 dari tahun 2009 hingga 2013. Kepemimpinannya pada masa itu memiliki arti penting dalam sejarah politik negara bagian tersebut karena ia menjadi gubernur perempuan pertama dalam sejarah Carolina Utara.

Selama masa jabatannya sebagai gubernur, Beverly Eaves Perdue berfokus pada berbagai isu yang relevan dengan masyarakat dan perekonomian Carolina Utara. Kebijakan-kebijakan yang diterapkannya mencakup beragam bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu perhatian utamanya adalah sektor pendidikan. Ia berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Carolina Utara melalui program-program peningkatan kualitas sekolah dan akses pendidikan yang lebih baik bagi warga negara. Selain itu, Perdue juga mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang mendukung lingkungan dan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Setelah masa jabatannya sebagai gubernur berakhir pada tahun 2013, Beverly Eaves Perdue terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik. Keterlibatannya dalam masyarakat terus memperkuat posisinya sebagai figur penting dalam politik Carolina Utara.

Gubernur Terbodoh

Penutup

Dalam konteks pernyataan yang kontroversial yang dibuat oleh Gubernur Bev Perdue dari North Carolina, terdapat beberapa aspek yang bisa dianggap mencerminkan kekurangan atau kesalahan dalam pandangan atau saran yang disampaikan, sehingga julukan gubernur terbodoh disematkan.

Perkataan Perdue tentang penundaan pemilihan Kongres selama dua tahun sebagai upaya untuk membantu fokus pada pemulihan ekonomi dapat dianggap sebagai sebuah gagasan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Ide tersebut bertentangan dengan esensi demokrasi yang berdasarkan pada pemilihan yang teratur dan terjadwal, serta hak rakyat untuk memilih wakil mereka dalam pengambilan keputusan politik.

Pernyataannya menimbulkan kontroversi besar karena terdapat pandangan bahwa usulan penundaan pemilihan Kongres dapat dianggap tidak konstitusional. Di Amerika Serikat, jadwal pemilihan dan sistem pemilihan merupakan bagian penting dari demokrasi yang dijaga oleh Konstitusi.

Meskipun dalam beberapa kasus, saran atau ide yang kontroversial bisa memiliki titik pijar tertentu yang mencerminkan permasalahan yang nyata dalam sistem politik, gagasan untuk menunda pemilihan Kongres tidak dianggap sebagai solusi yang dapat diterima. Hal ini bisa dianggap sebagai salah satu aspek “kebodohan” yang mungkin terkandung dalam pernyataan atau gagasan yang tidak memperhitungkan prinsip-prinsip dasar demokrasi.

Sumber informasi:

 

Tindakan Gubernur Terbodoh North Carolina Mengusulkan Penundaan Pemilihan Kongres

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *